Jumat, 21 Maret 2014

Teman yang mendampingi



(Jika Allah memberikanku pendamping kelak)
              Denganku, aku ingin ia tidak hanya duduk, tidak hanya mengangguk-angguk. Aku ingin dia sesekali yang memimpin ketika aku mengajaknya mendaki gunung tertentu. Aku ingin dia yang kritis dalam perjalanan kami ke tempat-tempat terpencil nantinya. Aku ingin dia yang mempunyai pikiran yang terbuka dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang akan kami jumpai nantinya. 
                 Ya, aku sangat suka jalan-jalan. Cita-citaku keliling dunia. Aku sedang menanti dia yang akan duduk di sebelahku ketika hendak berkeliling santai menikmati indahnya kota Paris. Saling bergantian dalam mengambil foto.
               Tapi denganku, dia tidak perlu harus memoles make up lama-lama. Karena kami akan sangat jarang sekali ke mall atau ke bioskop. Aku lebih suka berdiam diri bersamanya sambil berpegangan tangan dan menghirup aroma bunga lavender yang terhampar luas di depan kami. Dan aku yakin itu pasti akan dingin karena berada pada ketinggian tertentu disebuah gunung. Tanpa disuruhpun aku akan me*****nya, karena saat itu hati kamilah yang berbicara.
            Aku berharap dia juga akan suka pantai, tapi pantai yang sepi. Mungkin pantai yang belum ramai pengunjung. Berenang bersama. Jika kami mempunyai anak kelak, kami akan mengajarinya berenang bersama. Mengajari langsung tentang bagaimana hidup bersama alam, bukan hanya menonton di televisi atau membacanya di gadget. Tapi aku belum tahu apa itu akan pasti terjadi, yang pasti aku sedang menunggu.

5 komentar: