Rabu, 19 Maret 2014

Sebuah Kontemplasi

               Pernahkah kamu menyesal akan begitu banyak waktu yang telah terlewati ? Pernahkah kamu merasa begitu ketinggalan ? tidak begitu sadar ? Aku tidak tahu denganmu, tapi mari sedikit baca tentang waktu dan aku. Belakangan ini aku begitu merasakan ketertinggalan, banyak sekali detik-detik yang telah kulalui seolah aku tidak begitu sadar. Itu di luar waktu tidurku. Umurku semakin berkurang seiring aku melihat orang-orang sikitarku melakukan pencapaian-pencapaian. 
                   Beberapa minggu ini sangat terasa hari-hari terus berlalu dan seolah aku tidak begitu sadar akan hal itu. Pernahkah kalian merasakan hal itu ? Entahlah, setelah dipikir-pikir bukan beberapa minggu ini saja, tapi memang sudah sekian lama aku tidak begitu sadar tentang hidup yang sedang kujalani. "Sadar" kata ini sudah 5 kali ku tulis dalam artikel ini. mungkin sedikit kita bahas tentang kesadaran. Bagiku kesadaran menjalani kehidupan adalah hal yang sangat urgen. Sadar yang saya maksudkan disini bukan sekedar mata terbuka lebar, atau tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang, tetapi lebih ke kesadaran terhadap pilihan hidup yang dipilih. Sadar terhadap banyak pilihan-pilihan hidup yang telah dipilih, mulai dari hal yang sangat fundamental seperti agama sampai ke hal-hal cabang-cabang kecil menonton televisi atau minum kopi. 
                   Paham akan apa saja yang sedang dilakukan, apakah itu hal-hal baik, maupun hal-hal yang sia-sia. Jangan hanya hidup sekedar hidup, tidak mempunyai orientasi yang pasti. Itu juga yang sedang aku tekankan dalam diriku. 
                    Setelah aku merenung, baru satu alasan yang aku temukan tentang faktor yang membuat orang-orang hidup tidak terlalu "sadar", yaitu terlalu banyak bicara. Berbicara tentang hal apapun, sehingga fokus kehidupan sering buyar atau bahkan tidak mempunyai fokus kehidupan sama sekali. Karena setelah aku membuat penelitian yang objeknya adalah aku sendiri, terlalu banyak bicara termasuk diitu hal-hal yang sia-sia berpengaruh pada hati. Percayakah kamu hati sangat berperan penting dalam kesadaran hidup ? silakan berkontemplasi sendiri.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar