Tidak bermaksud untuk menanggapi videonya Bang Gary Turk di "Look Up" yang berjudul "Look Up", tetapi hanya ngajak diskusi ringan siapa saja yang berkunjung ke blog sederhana ini. Saya setuju dengan sebagian pesan yang digambarkan dalam video tersebut tentang orang-orang jaman sekarang yang tidak terlalu memperdulikan lingkungannya lagi karena terlalu lalai dengan benda kecil yang kemana-mana selalu mereka bawa. Dan pesan-pesan lainnya, silakan pahami sendiri, karena abang itu ngomongnya bahasa inggeris (if you know what I mean).
Fenomena selfie beberapa hari yang lalu sempat menjadi trending topik di Twitter. Saran saya pribadi jangan pernah selfie jika hanya tujuannya untuk pamer. Saya coba buat permisalan tentang tipe orang tertentu (kita sebut saja mereka orang tipe A). Orang tipe ini, setiap ada sedikit perasaan yang tidak biasa mereka rasakan, mereka langsung menuliskannya di personal massage di BBM atau akun facebook mereka. Ada yang sedih, senang, pamer, atau bahkan memaki-maki. Atau sebentar-sebentar ganti DP, malah ada yang DP-nya yang diganti-ganti itu juga tidak lebih dari 5.
Pernahkah kita coba berpikir, setiap kita nge share sesuatu di akun personal kita itu bermanfaat untuk orang lain? Orang senang melihat/membacanya? Atau malah di anggap "nyampah" oleh orang lain ?Coba bayangin, si B nge share sesuatu dengan bangga dan antusiasnya di akun personalnya, akan tetapi di sisi lain ada orang yang mengurangi rasa hormat terhadap si B karena perbuatannya itu. Apapun yang kita share, bisakah disebut cerminan pribadi kita ?Jika seseorang terbilang aktif di media sosial atau di BBM apakah kalian bisa menilai orang tersebut? Walaupun jawaban kalian tidak, tapi saya yakin alam bawah sadar kalian bisa merekam walau sedikit "jejak-jejak" yang ditinggalkan orang tersebut. Ada juga yang chatingan di recent update BBM. Tau kan gimana maksud chatingan di RU ?
Saya sendiri juga tidak memungkiri, dulu, mungkin saja sebagian hal yang saya share dianggap oleh orang lain tidak bermanfaat bagi mereka. Tapi mari berpikir terbuka, di saat warga negara lain meraup keuntungan luar biasa dari pemakaian BBM, WA, Path, Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, Youtube, Line, Kakao Talk, dkk oleh kita, sedangkan kita sebagai pengguna hanya sedikit sekali memanfaatkannya untuk pengembangan diri atau bahkan lalai karena smartphone ?
Ingin nge share sesuatu ? kalau ada waktu, pikir-pikir sejenak :
- Apakah itu bermanfaat ?
- Apakah penting itu untuk konsumsi publik ?
- Apakah itu ngak "nyampah" ?
Tetapi di sisi lain mari bijak menggunakan teknologi. Smartphone itu bisa digunakan untuk membantu orang lain, misal menyebarkan informasi tentang:
Tetapi di sisi lain mari bijak menggunakan teknologi. Smartphone itu bisa digunakan untuk membantu orang lain, misal menyebarkan informasi tentang:
-berita kemalingan;
-bencana di daerah tertentu;
-pasien yang membutuhkan darah yang akan segera operasi;
- informasi lainya yang bermanfaat.
Juga bisa untuk pengembangan diri, atau untuk mencari :
- kawan
- uang
Kalau cari pendamping ***** ?
Tau Ridwan Kamil ?Wali kota bandung itu sangat memanfaatkan media sosial dalam memimpin Kota Bandung. (kalimat terakhir adalah kalimat pengalihan, mudah-mudahan kalian tidak terfokus pada lima tanda * sebelumnya).
Mari bersikap bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi yang terus berkembang. Seperti kata-kata saya di awal, "hanya mengajak diskusi ringan pengunjung di blog saya". Ini adalah pandangan saya. Ada yang bilang "buku adalah jendela dunia". Saya mengajak kita semua untuk menjadikan smartphone menjadi jendela dunia. Dan jaga interaksi di internet hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar