Hei.
Aku ingin bercerita kepadamu tentang kerinduanku.
Aku rindu dia yang dulu, Acehku yang gagah,
Acehku yang disegani dunia.
Acehku yang pemerintahannya adil dan rakyatnya patuh
Kau tahu Inggris ?
Acehku yang dulu gampang saja menyurati mereka
Tapi sekarang kau lihat ?
Bagaimana pemerintahnya ?
Hanya tanah-tanah, makam, bangunan kuno yang menjadi saksi bisu !
Pemudanya ?
Mereka tidak tahu sejarahnya
Mereka tidak tahu siapa mereka yg sebenarnya
Mereka larut oleh arus yang tidak ku mengerti
Banyak pemuda Aceh sekarang hanya menuntut, mengutuk !
Masyarakatnya ?
Mereka sudah acuh, membiarkan remaja-remaja berbuat sesukanya
Tidak mau lagi mengayomi
Tidak mau lagi menasehati
Tidak mau lagi memberi sangsi
Kau tahu !
Jiwaku sesak karena kerinduan ini
Hatiku pilu terkenang sejarah
Sejujurnya aku sangat ingin memaki dengan lantangnya !
Tapi Aku memilih berbuat dalam diam
Untuk Acehku
Aku minta maaf jika kau menemukanku semakin lama semakin berubah.
Ini semua kulakukan karena kerinduan ini
Ini semua kulakukan karena ingin merubahmu
Tapi,
Aku ini tidak akan pernah mampu merubahmu seperti yang dulu
Hanya berharap ada lebih banyak hati dari para pemuda yang meronta karena kerinduan.
Kerinduan akan sosokmu yang dulu.
Tapi bagaimanapun kamu. Aceh, aku tetap mencintaimu.
Peurada, Banda Aceh 28 April 2014
ah, jadi mikir2 kemanaa gitu abis baca puisinya :D :D
BalasHapus