Tetapi di sisi lain mari bijak menggunakan teknologi. Smartphone itu bisa digunakan untuk membantu orang lain, misal menyebarkan informasi tentang:
jamalanshari
Muslim. An Open Minded Person. Psychology Enthusiasts. Civil Engineer. email : jamalanshari@yahoo.co.id.
Selasa, 27 Januari 2015
Dunia Luar dan Smartphone
Tetapi di sisi lain mari bijak menggunakan teknologi. Smartphone itu bisa digunakan untuk membantu orang lain, misal menyebarkan informasi tentang:
Jumat, 09 Januari 2015
Aku dan Media Sosial
Dimanfaatkan
Minggu, 27 Juli 2014
Tulis aja !
Membaca
Lalu apa hubungannya dengan membaca ? Kamu bisa dapat banyak masukan gaya menulis atau ide untuk tulisanmu.
Jumat, 11 Juli 2014
Menjalani waktu
Bagaimana caramu menjalani waktu ? Menjalani waktu ketika menunggu ? Menunggu adalah hal yang membosankan bukan ? Lalu berapa menit rata-rata setiap hari kau biarkan waktumu kosong tidak melakukan apa-apa ketika menunggu ?menunggu teman, menunggu pesanan makanan, antri, macet, bahkan loading tranfer data di gadgetmu.
Sejenak aku ingin berdiskusi dengan kalian mencari alternatif hal apa saja yang dapat kita lakukan dalam mengisi kekosongan ketika menunggu. Dari mulai hal berat sampai ringan yang tidak memerlukan banyak pikiran. Dari hal-hal yang membutuhkan waktu sampai setengah jam lebih sampai hanya butuh waktu 5 detik. Karena aku selalu merasa begitu bosan ketika tidak tau melakukan apa ketika menunggu walau hanya dalam waktu 5 detik. Ini alternatif dariku, aku ingin kamu juga memberikan minimal 1 saran.
- mengulang hafalan Al-Quran.
- melakukan blog-walking.
- membaca buku.
- senam wajah.
- push up (jika kondisi memungkinkan).
Ini kutulis via hp ketika sedang menunggu.
Minggu, 27 April 2014
Puisi : Rindu
Aku ingin bercerita kepadamu tentang kerinduanku.
Aku rindu dia yang dulu, Acehku yang gagah,
Acehku yang disegani dunia.
Acehku yang pemerintahannya adil dan rakyatnya patuh
Kau tahu Inggris ?
Acehku yang dulu gampang saja menyurati mereka
Tapi sekarang kau lihat ?
Bagaimana pemerintahnya ?
Hanya tanah-tanah, makam, bangunan kuno yang menjadi saksi bisu !
Pemudanya ?
Mereka tidak tahu sejarahnya
Mereka tidak tahu siapa mereka yg sebenarnya
Mereka larut oleh arus yang tidak ku mengerti
Banyak pemuda Aceh sekarang hanya menuntut, mengutuk !
Masyarakatnya ?
Mereka sudah acuh, membiarkan remaja-remaja berbuat sesukanya
Tidak mau lagi mengayomi
Tidak mau lagi menasehati
Tidak mau lagi memberi sangsi
Kau tahu !
Jiwaku sesak karena kerinduan ini
Hatiku pilu terkenang sejarah
Sejujurnya aku sangat ingin memaki dengan lantangnya !
Tapi Aku memilih berbuat dalam diam
Untuk Acehku
Aku minta maaf jika kau menemukanku semakin lama semakin berubah.
Ini semua kulakukan karena kerinduan ini
Ini semua kulakukan karena ingin merubahmu
Tapi,
Aku ini tidak akan pernah mampu merubahmu seperti yang dulu
Hanya berharap ada lebih banyak hati dari para pemuda yang meronta karena kerinduan.
Kerinduan akan sosokmu yang dulu.
Tapi bagaimanapun kamu. Aceh, aku tetap mencintaimu.
Peurada, Banda Aceh 28 April 2014