Minggu, 27 Juli 2014

Tulis aja !

                     Tips menulis? Tulis aja! Kamu sukakan menulis status di Facebook, Twitter, BBM, Path, dan lain lain. Kamu sudah belajar menulis semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Maka, jangan sampai  aturan-aturan tertentu yang orang lain sampaikan membunuh kreatifitasmu. Walau kadang aku secara pribadi memaksakan diri ketika memulai. Baik itu kurang motivasi atau malas. Nih ya. dengan tidak perlalu terpaku pada pola tulisan yang orang lain buat, yang kamu anggap sebagai "penulis hebat" siapa tahu kamulah yang akan membuat pola tulisan baru, kreatifitas baru. 
                    Tips-tips menulis? Mulailah, dan tmukan tips-tips menulismu sendiri. Kalau aku, jika ada ide catat dulu di laptop, kemudian baru di kembangkan. atau ada hal-hal yang muncul dipikiran kemudian saya tweet. dan akhir nya menghubung-hubungkan tweet itu di blog, menambah dan mengeditnya. Atau menyicil di bloe, setiap ada ide baru, saya buat judul dan sedikit isi, bisa jadi hanya dua kalimat, dan bisa jadi ketika suntuk, dibuka tulisan tadi dan di tambah-tambah, sampai akhirnya memberanikan diri untuk mempublis di blog tercinta.
              Menulis opini, dan beberapa tulisan tertentu juga bisa menjadi pembelajaran dalam mengasah cara berfikir.

Membaca

                     Lalu apa hubungannya dengan membaca ? Kamu bisa dapat banyak masukan gaya menulis atau ide untuk tulisanmu.
                 

Jumat, 11 Juli 2014

Menjalani waktu

Bagaimana caramu menjalani waktu ? Menjalani waktu ketika menunggu ? Menunggu adalah hal yang membosankan bukan ? Lalu berapa menit rata-rata setiap hari kau biarkan waktumu kosong tidak melakukan apa-apa ketika menunggu ?menunggu teman, menunggu pesanan makanan, antri, macet, bahkan loading tranfer data di gadgetmu.
Sejenak aku ingin berdiskusi dengan kalian mencari alternatif hal apa saja yang dapat kita lakukan dalam mengisi kekosongan ketika menunggu. Dari mulai hal berat sampai ringan yang tidak memerlukan banyak pikiran. Dari hal-hal yang membutuhkan waktu sampai setengah jam lebih sampai hanya butuh waktu 5 detik. Karena aku selalu merasa begitu bosan ketika tidak tau melakukan apa ketika menunggu walau hanya dalam waktu 5 detik. Ini alternatif dariku, aku ingin kamu juga memberikan minimal 1 saran.
- mengulang hafalan Al-Quran.
- melakukan blog-walking.
- membaca buku.
- senam wajah.
- push up (jika kondisi memungkinkan).

Ini kutulis via hp ketika sedang menunggu.

Minggu, 27 April 2014

Puisi : Rindu

Hei.
Aku ingin bercerita kepadamu tentang kerinduanku.
Aku rindu dia yang dulu, Acehku yang gagah,
Acehku yang disegani dunia.
Acehku yang pemerintahannya adil dan rakyatnya patuh
Kau tahu Inggris ?
Acehku yang dulu gampang saja menyurati mereka

Tapi sekarang kau lihat ?
Bagaimana pemerintahnya ?
Hanya tanah-tanah, makam, bangunan kuno yang menjadi saksi bisu !

Pemudanya ?
Mereka tidak tahu sejarahnya
Mereka tidak tahu siapa mereka yg sebenarnya
Mereka larut oleh arus yang tidak ku mengerti
Banyak pemuda Aceh sekarang hanya menuntut, mengutuk !

Masyarakatnya ?
Mereka sudah acuh, membiarkan remaja-remaja berbuat sesukanya
Tidak mau lagi mengayomi
Tidak mau lagi menasehati
Tidak mau lagi memberi sangsi

Kau tahu !
Jiwaku sesak karena kerinduan ini
Hatiku pilu terkenang sejarah
Sejujurnya aku sangat ingin memaki dengan lantangnya !
Tapi Aku memilih berbuat dalam diam

Untuk Acehku
Aku minta maaf jika kau menemukanku semakin lama semakin berubah.
Ini semua kulakukan karena kerinduan ini
Ini semua kulakukan karena ingin merubahmu
Tapi,
Aku ini tidak akan pernah mampu merubahmu seperti yang dulu
Hanya berharap ada lebih banyak hati dari para pemuda yang meronta karena kerinduan.
Kerinduan akan sosokmu yang dulu.
Tapi bagaimanapun kamu. Aceh, aku tetap mencintaimu.


Peurada, Banda Aceh 28 April 2014

Minggu, 23 Maret 2014

Civilengineering

http://jamalanshari.tumblr.com/post/80467963448/civilengineering-capek-kalau-turun-lapangan

Jumat, 21 Maret 2014

Teman yang mendampingi



(Jika Allah memberikanku pendamping kelak)
              Denganku, aku ingin ia tidak hanya duduk, tidak hanya mengangguk-angguk. Aku ingin dia sesekali yang memimpin ketika aku mengajaknya mendaki gunung tertentu. Aku ingin dia yang kritis dalam perjalanan kami ke tempat-tempat terpencil nantinya. Aku ingin dia yang mempunyai pikiran yang terbuka dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang akan kami jumpai nantinya. 

Renungan Sebelum Bobo

           Bayangkan nonton satu film yg isinya cuma gitu-gitu aja.  Bayangkan kamu sedang berada dalam suasana yang sangat bosan dan bersiap-siap untuk menonton satu film yang direkomendasikan oleh seorang teman dekat dan berharap akan mendapatkan pengetahuan baru atau membakar semangatmu. Pernahkah kalian tiba-tiba mendapatkan tambahan semangat hingga 67% setelah menonton film tertentu ? Tetapi setelah menonton 10 menit pertama tidak ada hal menarik seperti harapanmu. 10 menit kemudian juga belum ada kisah-kisah percintaan. Sampai peran utamanya matipun perjalanan hedupnya kebanyakan monoton. Tidak ada kisah tentang 1. Tantangan; 2. Kisah romantis di bawah menara eiffel; 3. Perkelahian seorang pemuda yang berjuang melakukan perlawanan untuk sesuatu yang dia anggap benar; 4. Tidak ada pendakian gunung dengan sahabat-sahabat tercinta; 5. Tidak ada perjuangan sekuat tenaga untuk bersama orang yg kita cintai; 6. Lain-lain.
Nah, mari merenung 10 detik saja, Jika hidup kita sampai sekarang masing-masing diangkat menjadi  film-film oleh sutradara handal, seberapa menarik film kita untuk di tonton. kalau isinya galau, tidur, pup, kuliah, jalan-jalan mengelilingi kota, bahkan juga menonton film tertentu atau acara penyebar gosip. Mari sejenak merenung tentang kehidupan kita yang hanya 1x ini. Ya, hanya satu kali. Sudikah kamu menjalani hidup yang membosankan ? 
Dan apa cara yg kalian pikirkan untuk bisa mendapatkan poin 1-6 atas di atas tadi ? Aku bukan menyuruh kalian yang membaca ini untuk melakukan usaha-asaha ekstrem. Tetapi hanya ingin mengajak sama-sama merenung akan kehidupan kita masing-masing. Tentang hubungan antara potensi yang kita miliki dengan kegiatan-kegiatan  yang kita jalani sehari-hari sampai sekarang. Sampai kamu membaca tulisan ini, berapa sudah usiamu ? Dengan renungan ini aku hanya mengajak pembaca untuk melakukan hal-hal luar biasa yang sebenarnya mampu kita lakukan. Tetapi sebagian orang diluar sana tidak mau hanya sekedar memulai melakukan hal-hal diluar kebiasaan dan sedikit mengesampingkan ketakutan atau kekhawatiran. Hidup dengan biasa-biasa saja sampai ia mati. Sudikah kamu seperti itu ? Hei, punyakah kamu satu atau bahkan lebih mimpi yang positif ? Jika punya, bacalah sekali lagi tulisan ini di waktu malam sebelum tidur, dan merenunglah yang dalam. Jika kamu membaca tulisan ini sebelum tidur ya tidak usah di ulang lagi. hehe.
Setelah kamu merenung, bertekatlah setelah besok bangun dari tidur, mulailah bergerak diluar kebiasaan selama satu minggu saja. Fokus satu minggu untuk tidak membatasi diri dengan apapun, kecuali aturan-aturan Islam bagi kalian yang muslim/muslimah.
Kita akan sama-sama mencermati satu contoh salah satu pola hidup. Pola hidupnya terbagi menjadi tiga bagian dalam satu hari.  Delapan jam untuk tidur dan istirahat, delapan jam untuk makan dan belajar atau bekerja, delapan jam lagi untuk ? Silakan berkontemplasi.

Media

            Pemuda-pemuda dan abg-abg berhati-hati lah dengan segala media di sekitar kita. Karena sesungguhnya kapasitas pemikiran manusia sangatlah luas, jangan di kotakkan oleh informasi2 yang membuat batasan trhadap respon kita akan kejadian2 dalam hidup. Misal jika di ftv di ceritakan seorang laki2 harus berjuang mati2an untuk mendapatkan wanita yang dia cintai. Berbagai cara ia tempuh dan pada akhirnya jika tetap ia tidak mendapatkan cinta sang pujaan hati ia akan galau, stres, setengah gila dll. Juga kemudian memutarkan lagu2 sendu dan galau. Karena di cerita karangan manusia itu diceritakan wanita itu adalah segalanya bagi sang lelaki. Namun dalam kenyataannya di kehidupan nyata kita manusia harus berpasrahkan diri setelah melakukan usaha. Jodoh bukan kita yang tentukan. Kehidupan sangat luas jika hanya dibandingkan dengan kisah ketertarikan kepada lawan jenis. Di dunia nyata yang luas ini kita bisa melupakan seseorang yang pernah kita sukai, jauh lebih mudah dibandingkan kebanyakan media2 sekarang sampaikan. To be cont. 

Rabu, 19 Maret 2014

Masih akan Hidup Kembali


             Adalah fakta walau belum terjadi, walau aku akan melalui proses dicabutnya nyawa dari raga ini nantinya, aku tetap akan hidup kembali. Ya, aku akan hidup kembali. Tapi dengan banyak kondisi yang berbeda. Dengan kebebasan melakukan sesuatu yang sangat berbeda.
            Dan jika ada orang yang pernah berada diantara kita, dan sekarang ia telah tiada, nantinya juga akan merasakan hidup kembali. Setelah hidup yang kedua kalinya itu seorang muslim pasti bisa bertemu dengan muslim lainnya disuatu tempat yang sangat indah jika ia menginginkannya. Bahkan tempat-tempat indah itu bertingkat-tingkat. Jika ada muslim yang berada di level yang sama mereka dapat saling bertemu. Jika berbeda level maka juga akan ada waktu untuk mengunjungi. Mereka bisa bercengkrama sambil makan, bersyukur bersama, mengenang masa hidup pada kali pertama. Ya bisa saja ada temu kangen antar sahabat. Bisa saja mereka melepas kangen antar anak dan orang tua. Mengenang perjuangan si anak setelah ditinggal orang tuanya. Menceritakan kembali usaha si anak untuk meraih cita-cita dengan tujuan membahagian kedua orang tuanya. Aku yakin ayah dan ibunya akan merasakan kebahagian yang luar biasa jika itu terjadi. Juga mengenang doa-doa dari anak yang mereka kasihi yang telah dipanjatkan. Ya mereka memang telah merasakan perpisahan tapi akhirnya akan bertemu kembali.

Pelajaran di Sekitar Kita


Kita hidup di dunia yang cukup kompleks. Dunia begitu banyak menawarkan pilihan bagi remaja khususnya. Dunia menawarkan begitu banyak profesi yang bisa kita tekuni. Ya setidaknya aku adalah seseorang yang terobsesi dengan banyak profesi, mulai dari menjadi sutradara, aktor, penulis, fotografer, dan penjelajah dunia.
Nah, dari tiap satu profesi itu juga menimbulkan keragaman, keragaman karakter. Pernahkan kamu mendapatkan di lingkunganmu orang-orang dengan karakter yang jauh berbeda, baik di kampus, di kantor, bahkan komunitas yang saling berhubungan karena kesamaan hobi. ya dunia menawarkan itu, perbedaan.
Kita juga dapat belajar dari berbagai hal di sekitar. Tinggal jernihkan hati dan usahakan jangan lakukan dosa dengan sekuat tenaga. contoh, pernahkan kamu bersama teman-temanmu singgah di suatu tempat makan sekedar untuk beristirahat dan bercengkrama. Ya, seperti yang ku lakukan sekarang, cuma bedanya aku duduk dipaling pojok ditemani dentingan suara piano yang ku putar online dari soundcloud melalui laptop dan 2 pot tanaman bunga yang berada di depan meja ku. Tidak ada benda hidup lagi selain aku di meja ini yang akan mengajakku mengobrol tentang hal-hal ringan disekitar.
Kembali lagi ke topik, suatu cooffe shop. Pernahkan kau temui segerombolan gadis muda hebring duduk bersama akan tetapi mereka semua asik dengan gadgetnya masing-masing dilayani oleh seorang gadis yang sebaya dengan mereka. Ya, pelayannya adalah gadis muda. Dalam hal ini jika pikiranmu terbuka dan hatimu bersih, silakan kamu merenung sejenak, dapatkan pelajaran yang bertebaran di sekitar. Terkadang pelajaran-pelajaran ini tidak kalah berharganya seperti mata kuliah di kampus yang di bayar berjuta-juta oleh mahasiswa untuk bisa mendapatkannya. Kamu cukup merenung saja, open minded dan berusaha membersihkan harimu.
Dua jenis peran yang sedang dimainkan oleh gadis-gadis muda itu mempunyai latar belakang yang cukup kontras. Yang satu berjuang keras bangun pagi-pagi membereskan urusan di tempat tinggalnya, berpakaian rapi dan pergi terburu-buru ke tempat ia bekerja berharap tidak akan berdesak-desakan nanti ketika di dalam angkot. Yang satu jenis lagi adalah mereka yang mendapatkan banyak fasilitas untuk rata-rata gadis di usianya. Banyak pelajaran sebenarnya di sekitar kita, dan aku sarankan sekali-kali merenunglah, tentang kehidupan pribadimu, kehidupan sekitarmu, berhenti sejenak dari tempo rush yang telah tersebarluaskan secara global. Karena terkadang dengan begitu kamu akan lebih memahami makna suatu kejadian dan bisa belajar darinya.

-Tulisan ini dikutip dari akun tumblr ku yang kutulis pada saat itu dengan sedikit editan.

Sebuah Kontemplasi

               Pernahkah kamu menyesal akan begitu banyak waktu yang telah terlewati ? Pernahkah kamu merasa begitu ketinggalan ? tidak begitu sadar ? Aku tidak tahu denganmu, tapi mari sedikit baca tentang waktu dan aku. Belakangan ini aku begitu merasakan ketertinggalan, banyak sekali detik-detik yang telah kulalui seolah aku tidak begitu sadar. Itu di luar waktu tidurku. Umurku semakin berkurang seiring aku melihat orang-orang sikitarku melakukan pencapaian-pencapaian. 
                   Beberapa minggu ini sangat terasa hari-hari terus berlalu dan seolah aku tidak begitu sadar akan hal itu. Pernahkah kalian merasakan hal itu ? Entahlah, setelah dipikir-pikir bukan beberapa minggu ini saja, tapi memang sudah sekian lama aku tidak begitu sadar tentang hidup yang sedang kujalani. "Sadar" kata ini sudah 5 kali ku tulis dalam artikel ini. mungkin sedikit kita bahas tentang kesadaran. Bagiku kesadaran menjalani kehidupan adalah hal yang sangat urgen. Sadar yang saya maksudkan disini bukan sekedar mata terbuka lebar, atau tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang, tetapi lebih ke kesadaran terhadap pilihan hidup yang dipilih. Sadar terhadap banyak pilihan-pilihan hidup yang telah dipilih, mulai dari hal yang sangat fundamental seperti agama sampai ke hal-hal cabang-cabang kecil menonton televisi atau minum kopi. 
                   Paham akan apa saja yang sedang dilakukan, apakah itu hal-hal baik, maupun hal-hal yang sia-sia. Jangan hanya hidup sekedar hidup, tidak mempunyai orientasi yang pasti. Itu juga yang sedang aku tekankan dalam diriku. 
                    Setelah aku merenung, baru satu alasan yang aku temukan tentang faktor yang membuat orang-orang hidup tidak terlalu "sadar", yaitu terlalu banyak bicara. Berbicara tentang hal apapun, sehingga fokus kehidupan sering buyar atau bahkan tidak mempunyai fokus kehidupan sama sekali. Karena setelah aku membuat penelitian yang objeknya adalah aku sendiri, terlalu banyak bicara termasuk diitu hal-hal yang sia-sia berpengaruh pada hati. Percayakah kamu hati sangat berperan penting dalam kesadaran hidup ? silakan berkontemplasi sendiri.





Rabu, 05 Maret 2014

pemahaman dan pendirian

            Silakan memberi komentar sesuka anda setelah anda membaca tulisan singkat ini, aku orangnya "open minded" kok. Ingin bahas sedikit tentang hal yang dianggap sepele di lingkungan sekitar aku hidup, bagi bagi aku pribadi tidak begitu. Hal-hal yang dianggap kecil namun mengakar pada pemahaman yang cukup mendasar. Tentang pilihan hidup yang dipilih berdasarkan pemahaman atau bukan, tentang pendirian akan sebuah pemahaman.